Wabup Gamalis Dorong Partisipasi Perempuan di Bidang Politik
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Pengarusutamaan Gender di Kabupaten Berau sejauh ini sudah berjalan dengan baik dan seimbang. Untuk menjaga konsistensi tersebut Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (DP3A) Provinsi Kaltim dan DPPPKB Berau, mengelar kegiatan Advokasi dan pendampingan peningkatan partisipasi perempuan di bidang Politik.
Kegiatan yang
berlangsung di ruang rapat Sangalaki, pada Rabu (13/8/2025) tersebut diikuti
oleh peserta dari gabungan organisasi wanita di Berau, dengan target memperkuat
Lembaga Penyedia Layanan Pemberdayaan Perempuan (LPLPP).
Wakail Bupati (Wabup)
Berau Gamalis yang hadir dan membuka langsung kegiatan tersebut berharap, kegiatan ini bisa
memberikan dampak nyata terhadap peningkatan partisipasi perempuan, khususnya
di bidang politik, hukum, dan ekonomi.
“Keterwakilan
perempuan di berbagai bidang di Berau terus menunjukkan tren positif. Bahkan di
pemerintahan, beberapa jabatan pimpinan tinggi Pratama sudah dipimpin
perempuan,” kata Gamalis.
Ia juga menekankan
bahwa peran organisasi wanita sangat penting dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, gagasan perempuan tidak boleh dipandang sebelah mata, dan kehadiran
mereka dalam pengambilan keputusan publik semakin signifikan.
“Pemerintah Kabupaten
Berau terus menjalankan program yang fokus pada perlindungan hukum, advokasi
kasus kekerasan, dan pelatihan ekonomi kreatif. Tujuannya meningkatkan harkat
martabat perempuan agar semakin berdaya saing di era responsif gender,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala
DP3A Kaltim, Noryani Sorayalita, menyebutkan jumlah penduduk Kaltim pada
semester II tahun 2025 mencapai 4,2 juta jiwa, terdiri dari 52 persen laki-laki
dan 48 persen perempuan.
Sementara itu, Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) Berau tahun 2024 berada di angka 76,66 persen, Indeks
Pemberdayaan Gender (IPG) menempati posisi ketiga setelah Balikpapan dan
Samarinda, Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) berada pada angka 62,90 persen, serta
Indeks Kebahagiaan Gender (IKG) di urutan kelima di Kaltim.
“Pemberdayaan
perempuan adalah kunci menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.
LPLPP menjadi mitra strategis, dan kami berharap peserta dapat menjadi pemimpin
dalam membentuk LPLPP yang berkualitas,” ujarnya.
Masih dalam
penjelasan Noryani Sorayalita, bahwasanya
DP3A Kaltim akan tangani Korban kekerasan Lintas Kabupaten/Kota, siap
sediakan Bantuan Hukum, Pemulihan Psikologis, dan Konseling Gratis Pada intinya
kesiapannya menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi
lintas kabupaten/kota.
“Kami pastikan
penanganan menyeluruh, mulai dari pendampingan hukum hingga pemulihan
psikologis dan fisik korban. Kalau korban berasal dari Berau tapi kejadian
terjadi di Samarinda, itu tugas kami untuk menangani, termasuk mendampingi
proses hukum korban,” ujarnya saat diwawancara disela-sela kegiatan.
Pendampingan hukum
dilakukan DP3A Kaltim bekerja sama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Melalui
kerja sama ini, korban diberi edukasi mengenai hak-hak mereka agar tidak
mencabut laporan di tengah proses hukum akibat ketidaktahuan.
Selain itu, setiap
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di bawah DP3A memiliki psikolog klinis
untuk membantu pemulihan psikis korban.
Menurut Noryani, luka
fisik bisa pulih dalam waktu singkat, tetapi luka psikologis sering
meninggalkan dampak jangka panjang, terutama pada anak-anak.
“Pemulihan psikis itu
butuh waktu, dan kami melakukan pendampingan berkelanjutan. Apalagi kalau
korbannya anak-anak, dampaknya bisa panjang,” jelasnya.
DP3A Kaltim juga
menjalankan program Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) sebagai upaya
pencegahan. Layanan ini memberikan konseling gratis bagi keluarga yang ingin
membangun atau memperbaiki keharmonisan rumah tangga agar terhindar dari
kekerasan.
“Puspaga ini gratis
dan ada psikolognya. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir soal biaya,” kata
Noryani.
Dalam kesempatan itu juga Ia mengimbau masyarakat melaporkan segera setiap kasus kekerasan terhadap anak atau perempuan kepada pihak berwenang atau membawanya ke fasilitas kesehatan untuk penanganan cepat.
Noryani juga meminta
media membantu menyebarkan informasi mengenai keberadaan Puspaga dan layanan
UPTD PPA agar dapat dimanfaatkan masyarakat luas. (sep/FN/Advertorial)